• September 30, 2020

Bintan Bangun Bandara

Batam – Sekretaris Jenderal Perhubungan Udara Afianti Samad mengatakan pihaknya mendukung penuh keberadaan Bandar Udara Khusus Bintan Resort di Bintan, Kepulauan Riau. Bandara yang akan dibangun itu merupakan bandara swasta terbesar di Indonesia.

Ini akan meningkatkan daya saing, terutama bidang kepariwisataan, kata Afrianti Samad pada acara peletakan batu pertama pembangunan bandar udara swasta di Bintan Resort, Rabu, 16 Mei 2012.

Afrianti mengatakan bandara khusus ini akan mulai beroperasi tahun 2015. Dengan panjang landasan 2.600 meter, bandara akan mampu menampung pesawat jenis Boeing 737 dan Airbus 320 yang memiliki waktu tempuh lima jam. Dengan demikian, bagi wisatawan mancanegara bisa langsung mendarat di Bandara Khusus Bintan.

Bandara khusus ini dibangun di atas lahan seluas 294 hektare. Executive Chairman Bintan Resort International, BG (Ret ) Chin Chow Yoon, mengatakan untuk membangun bandara di kawasan Busung, Bintan Resort, itu pihaknya mengeluarkan dana senilai 100 juta dolar Singapura (Rp 737 miliar) bekerja sama dengan Gallant Venture Ltd yang merupakan perusahaan induk dari Bintan Resort Internasional.

Ia yakin dengan adanya bandara khusus itu, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat. Tahun 2011 wisatawan asing yang berkunjung ke Bintan Resort sebanyak 470.470 orang dan diharapkan meningkat menjadi 2 juta orang pada tahun 2015. Hal itu karena  wisatawan bisa langsung ke Bintan dari negara asal mereka.

Bandara ini merupakan bandara internasional khusus pertama terbesar di Indonesia dan mampu menampung pesawat yang memiliki waktu tempuh terbang 5 jam serta akan dinaikkan menjadi pesawat yang mampu terbang 7 jam apabila kelak telah beroperasi dengan baik.

Landasan pacu yang menghadap ke laut itu akan dilengkapi dengan berbagai keperluan layaknya bandara-bandara yang ada di dunia. Tapi ini khusus, jadi masih terbatas sifatnya, kata Chin.

Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, mengatakan menyambut baik kehadiran bandara khusus ini. Bandara yang dibangun berdasarkan SK Menhub No.44/2010 ini dinilai akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Kepulauan Riau, khususnya ke Bintan Resort.

Pada tahun 2011 tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau mencapai 1,7 juta dan diharapkan kelak menjadi 3-4 juta bila bandara khusus ini selesai. Setidaknya minimal wisatawan menghabiskan dua hari di Kepri dan 1 hari di Singapura, ujar Muhammad Sani. Selama ini wisatawan lebih lama tinggal di Singapura dibanding di Kepulauan Riau.

 

Sumber : Tempo.co.cc

0 Reviews

Write a Review

Admin Isu Kepri

Read Previous

Lampu Merah Paling Rumit di Dunia

Read Next

Akbar Tanjung Inginkan Kader HMI Jadi Pemimpin Masa Depan