• September 26, 2020

\”Tamparan Denny Jadi Ujian Kepemimpinan SBY\”

VIVAnews – Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, mengatakan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diuji dalam kasus penamparan Denny Indrayana.

“Penjelasan Dirjen Pemasyarakatan dan diperkuat oleh sipir yang menjadi korban pemukulan Wakil Menkumham Denny Indrayana, menguatkan dugaan bahwa pelaku pemukulan tersebut adalah benar Denny,” ujar Tubagus kepada VIVAnews, Kamis 4 April 2012.

Jika dugaan itu benar, kata Tubagus, Denny telah melakukan dua pelanggaran sekaligus. Pertama, pelanggaran pidana berupa pemukulan. Kedua, melakukan kebohongan publik dengan memutarbalikan fakta yang sebenarnya. Bahwa narkoba itu harus diberantas dan para mafianya perlu dihukum keras, semua warga negara harus mendukung, tapi jika benar wakil menteri memukul sipir, tentu saja itu contoh buruk.

“Tindakan dan sikap yang ditunjukan pemimpin pada tataran kementerian ini betul-betul memalukan. Inilah wajah buruk pemimpin  Indonesia saat ini, pemimpin bergaya premanisme,” kata Tubagus.

Kejadian ini, katanya, tentu saja memojokkan Presiden SBY. Nanti orang mudah menuduh bahwa ini menunjukkan gaya kepemimpinan SBY. “Bisa dituduh melindungi gaya premanisme dalam kabinetnya,” kata Tubagus.

Penjelasan Denny Indrayana

Denny Indrayana sudah menjelaskan kasus ini. Dia membantah keras bahwa dialah pelaku pemukulan itu. Dia mengaku justru menghalangi seseorang dari rombongannya yang hendak memukul.

Saya justru menahan dia untuk tidak memukul, kata Denny dalam konferensi pers singkat di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa 3 April 2012. Menurutnya, usai sidak di LP Pekanbaru sekitar pukul 06.30 WIB, dia lantas meminta maaf kepada petugas yang dipukul itu.

Tapi kalau dikatakan saya meminta maaf karena saya memukul, itu tidak betul. Saya meminta maaf karena ada petugas (rombongan saya) yang memukul, ucapnya. Silakan cek kepada teman-teman BNN yang ada di lapangan bersama saya, saya tidak melakukan penamparan itu, imbuh Denny.

Denny Indrayana menjelaskan, insiden penamparan disebabkan petugas Lapas Kelas II A Pekanbaru, Riau, terlambat membuka pintu. Menurutnya, petugas lama membuka pintu karena takut dengan kedatangan BNN.

“Kenapa lama dibuka, karena takut. Katanya sih, takut lihat BNN. Terlambat satu menit kan bisa menghilangkan barang bukti,” kata Denny.

Brigjen Benny Mamoto, pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang ikut dalam penggerebekan itu, juga membantah keras Wamen melakukan pemukulan. “Kami datang ke sana guna memberantas narkoba. Tolong kami dibantu,” kata Benny.

Publik memang harus membantu aparat negara guna memberantas narkoba, sebab peredarannya sudah sangat masif dan korban sudah berjatuhan. Mafia narkoba harus diberantas.

Februari lalu di Tanggeranng, sekelompok berandalan yang menamakan diri Geng Sakau, ramai-ramai memperkosa dua kakak beradik. Geng ini kerap konsumsi narkoba.

 

sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/302019–tamparan-denny-jadi-ujian-kepemimpinan-sby-

0 Reviews

Write a Review

Admin Isu Kepri

Read Previous

Terbang Lagi, Mandala Gunakan Terminal 3 Soetta

Read Next

RUU PT Disahkan, Khawatir Gerakan Mahasiswa Diberangus