• September 29, 2020

Review You Are The Apple of My Eye

Banyak orang berpendapat masa-masa SMU adalah masa-masa yang paling indah. Belajar dan bermain bersama, dikejar-kejar dan dihukum ama guru yang galak gara-gara gak ngerjain PR, dan naksir ama teman sekelas yang cantik.
5 sekawan Ko Ching-Teng (Ko Chen-Tung) jatuh hati kepada cewek yang sama, Shen Cia-Yi (Michelle Chen). Masing-masing siswa tersebut memiliki cara yang berbeda (dan kadang-kadang cukup bodoh) untuk menarik perhatian Chen Sia-Yi, tetapi hanya Ko Ching-Teng yang berhasil mengambil hati Shen Cia-Yi, padahal ia adalah siswa yang bandel dan malasnya minta ampun, sementara Shen Cia-Yi, adalah siswi tercantik dan terpintar di sekolah.

Film ini diangkat dari novel berjudul “The Girl We Chase Together in Those Years” yang dikarang oleh sutradara film ini, Giddens Ko. Cerita ini bukanlah cerita baru, dan Saya yakin semua di antara kita yang pernah mengalami masa-masa SMU pernah mengalami kejadian yang sama seperti kisah cerita di atas, sehingga menimbulkan pertanyaan : Jika ini bukanlah kisah yang baru, apa yang membuat film ini menjadi Box Office di Taiwan dan Hong Kong?

Karena jalan ceritanya yang sangat menarik, karakter-karakternya yang lucu dan kocak, dan adegan-adegan yang akan membawa anda mengingat kembali masa-masa sekolah. Ada adegan yang menggambarkan bahwa Chen Sia-Yi menyukai sifat kekanak-kanakan yang ada dalam diri Ko Ching-Teng, tetapi ada juga adegan dimana Chen Sia-Yi menangis karena sifat kekanak-kanakan tersebut. Adegan memorable ketika Chen Sia-Yi yang merubah gaya rambutnya menjadi pony tail, dan melintas di depan Ko Ching-Teng, dan yang paling memorable adalah endingnya. Ending yang sangat bagus, sekaligus pahit, bahagia, sekaligus menyakitkan. Kita akan dibawa kembali dari awal cerita hingga akhir cerita. Sangat memorable.

By AndriaGutama

0 Reviews

Write a Review

Andria Gutama

Read Previous

Banjir di Batam

Read Next

Ini Rekaman Pidato SBY yang Bocor